Followers

Powered by Blogger.

Safar Rumput Liar

Oleh:dhiyary
Selembar kuncup hijau muncul
Di tengah padang gersang tak bertuan
Menyeruak mengagetkan alam
Barangkali selembar kuncup hijau itu
menambah satu warna di padang ini…
Sekuncup kemudian tumbuhlah seikat rumput liar
Aduhai dieman-eman oleh debu dan buaian angin kering


Satu purnama berlalu,
Rumput itu pun tumbuh dewasa
Mulai tampak kuncup baru,
Tapi kali ini kian bertambah bingung badai gurun
Karena kuncup baru ini berselimut kelopak …
Aneh …
Mungkin karena tak pernah ada rumput di situ


Bunga … iya … bunga rumput liar …
Bunga rumput itu mulai mekar satu tangkai
Memenuhi luas ruang padang cerianya


Bulan dan matahari semakin cepat hilir mudik bergantian
Tertegun penasaran melihat bunga rumput liar padang gersang
Hingga setangkai bunga rumput liar itu pun kini telah matang


Belahan demi belahan bagian bunga rumput itu pun berpamitan
Kepada penghuni padang gersang


Sang debu menasehatkan banyak pesan
Pergilah dengan selamat anak-anakku …
Angin mengantarkan kepergianmu
Gandenglah erat sinar bintang penuntunmu
Matahari dan bulan takkan enggan menjagamu
Sang awan gurun pun terharu menyaksikan …
Berangkatlah kalian esok hari,
Semoga air mata awan gurun malam ini
Memperteguh langkahmu esok hari


Sehelai demi sehelai tipis bagian bunga rumput itu
beranjak pergi
Penuh harapan penghuni padang gersang dan sang induk rerumputan
Mengantarkan kepergian mereka sang bunga-bunga beterbangan …
Semoga mereka menanamkan keceriaan
Di tempat-tempat mereka tinggal menetap


Satu bagian beranjak pergi
menatap bintang menuju kota besar
Semoga di sana aku dapat mengukir senyum penghuninya, ujarnya …


Berguru dari induknya yang menyegarkan padang gersang,
Sang bagian bunga itu pun mulai meletakkan bekalnya dan menetap


Aku pasti akan lebih hijau dan subur lagi di sini …
Karena di sini ada penghuni yang menyenangkan …
Iya … air yang menyegarkan …
Puikh … kenapa air ini?
Lebih jernih dari asalku tapi kenapa rasanya ini?
Air busukkah ini?
Ah tak mengapalah rasanya karena di sini lebih nyaman


Beberapa tunaspun tumbuh mengiringi kesuburan rumput liar tengah kota
Eit … kenapa di sini tak kulihat sapa dan kehangatan
Bukankah aku kalian butuhkan, kenapa kalian abaikan …


Harapan tak sesegar impian …
Beberapa gerombol rumput liar hijau menyegarkan itu ….
… tidak !!! tidak !!! …
Mereka dijambak kasar tangan-tangan yang lebih berdebu
Pergi kalian!!! Kata kasar mereka sembari menjambak menyakitkan


Penghuni kota itu lalu membangun gedung dan pencakar langit
Di tempat berteduh dan berbagi ceria bunga rumput liar
Kini rumput liar itu pun tergeletak lemas terkapar
Di tengah keranjang kehinaan …


Di padang gersang dipuja diperhatikan
Di tengah kota dibuang ditelantarkan

BULAN RAMADHAN DAN MADAH CINTA

oleh:dhiyary

Bulan ramadhan telah pun mengibarkan sayapnya
Selamat berpuasa kepada semua
Dan aku pun tersenyum…


Ada cahaya dimana-mana
Setiap malam dan waktu berbuka
Wajah-wajah kesyukuran…
Sujud dan rintihan meminta keampunan
menyetuh dada dan isi hati ini
didalam kesyahduan.


Dan tentunya…
Ada lambaian menunggu dihujung sana
Satu kepastian
bakal menanti semua…!

Keagungan Ilahi

Oleh:(Al Muktashim)

Ratu malam sang rembulan
Raja siang sang matahari
Keduanya selalu bertentangan,

Tarik menarik
Dorong mendorong
Saling menguasai,
Seolah selalu bertanding tiada henti

Tiada yang kalah
Tak ada yang menag,
Karena dengan kedua sifat yang bertentangan ini
Seluruh alam semesta bergerak!

Dunia berputar,
Saling mengisi,
Yang satu melengkapi yang lain
Tanpa yang satu
Takkan ada yang lain,

Siang dan malam
Terang dan gelap
BAik dan jahat
Tanpa yang satu,
Apakah yang lain itu akan ada?
Tanpa adanya gelap,
Dapatkah kita mengenal terang?

Inilah sebuah kenyataan
Yang telah dikenhendaki Allah
Tanpa kehendaknya, takkan terjadi apa-apa

Wajahmu

Oleh:(Kitab Cinta Rumi)

Mungkin kau berencana pergi,
seperti ruh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya

Kau pelanai kudamu

Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit

Pernahkah kukecewakan dirimu ?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut

Krinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama

Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini

Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham

Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan

Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu

muram cahaya mentari,
pucat dingding ini

Cinta menjauh
Cahayanya berubah

Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan

Bayang-bayang Nabi

Oleh:(Oleh Jaz)
Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan para pemimpin ?
"Membela yang lemah dan membantu yang miskin" jawab Nabi.

Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang - arang lemah" jawabnya

Ya Rasulullah ... apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?
"Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta"

Ya RAsulullah... Pemimpin seperti itu sudah tidak ada
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama'
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya... RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?

"Wahai ummatku...
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, "Wa 'asiruhunna bil ma'ruf"
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, "Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka"
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah, "Kullulkum Ra'in, ea kullukum masulun 'an ra'iyyatihi ?"